Balada Nasabah Terpilih

Selamat, Bapak adalah nasabah terpilih produk eksklusif kartu kredit platinum dari bank kami. Syaratnya mudah… *bla bla bla*“.

Bosen deh dengernya… Hampir setiap hari saya menerima telpon dari telemarketer yang menawarkan produk perbankan dan turunannya. Entah itu asuransi, kredit tanpa agunan ato paling sering ya kartu kredit (dengan pakem salam pembuka seperti ilustrasi di atas). Mungkin bulan-bulan ini memang saat mereka sedang giat-giatnya mengejar target tengah tahun… :)

Selain memang saya ngga berminat nambah kepemilikan kartu identitas setan kredit ini, kadang jam nelponnya juga berbenturan dengan kepentingan lain di kantor. Jadi serba salah, mau nolak halus, mereka pantang menyerah dan terus merayu; mau nolak kasar, ngga enak juga rasanya (krn saya juga pernah ngalamin kerja sambilan sbg telemarketer).

Resiko Bikin Kartu Kredit yang “Sekedar Iseng”

Rekan-rekan pemasar tersebut biasanya sudah punya contekan jawaban atau sanggahan untuk berbagai macam alasan penolakan kita. Jadi kadang meski udah dibilang “Maaf ya, saya ngga butuh nambah kartu baru…“, pasti ada serangkaian rayuan lain seperti “Coba dulu aja Mas, tokh biaya tahun pertama gratis. Kalo ngga cocok, tutup aja setelah beberapa bulan…

Buat temen-temen yang memang berminat untuk bikin kartu kredit, silahken aja dilanjut kalo memang dirasa bagus. Jangan lupa cari informasi ttg pengunaan kartu kredit yang bertanggung jawab. Tapi buat yang bikin kartu kredit hanya karena iseng memanfaatkan gratis iuran tahun pertama, silahkan pertimbangkan lagi resiko-resiko berikut:

1. Resiko pencurian identitas: media massa sering meliput korban salah tagih kredit akibat pencurian identitas

2. Resiko penyalahgunaan kartu kredit lampiran: fotokopi bolak-balik kartu kredit aktif yang jatuh di tangan yang salah bisa memunculkan potensi penyalahgunaannya (terutama utk transaksi online)

3. Resiko penggunaan kartu kredit di luar kendali: misalnya berawal dari beli gadget yang udah diidamkan dari dulu lewat program cicilan, tanpa disadari ini bisa jadi belitan hutang yang mengacaukan anggaran bulanan

Jurus Ampuh Menolak Penawaran Kartu Kredit

Dulu saya berusaha sabar menolak tawaran-tawaran itu dengan halus, tapi akibatnya waktu saya tersita dan konsentrasi kerja juga jadi buyar. Sekarang, saya punya jurus ampuh. Karena biasanya penawaran itu bersyarat fotokopi kartu identitas dan kartu kredit yang sudah dimiliki, tinggal bohong dikit dengan bilang saya belum pernah punya kartu kredit. Hehehe… :-D

Sepertinya, respon seperti ini belum ada di buku panduan mereka karena mayoritas pemasar yang mendengar jawaban saya tersebut jadi tercekat dan salah tingkah. Ngga sampe semenit, telpon pun berakhir tanpa ada korban! ;-)

Temen-temen punya kiat lain yang juga efektif untuk mengakhiri penawaran seperti ini? Atau ada cerita lain yang unik? Silahkan berbagi!


  1. abc

    tapi jangan salah,mereka udah punya data kita dari kartu kredit dari bank lain, sungguh sangat mengganggu dan menyebalkan apalagi maksa2 :) )

Leave a Comment




Tweet @GakBorosLagi

    ;

Today's Dilbert