Apa Itu Dana Darurat?
Dana darurat bisa diartikan sebagai sejumlah dana tunai yang dapat diakses kapan saja untuk keperluan² yang tidak terduga, tanpa mempengaruhi kesehatan finansial secara menyeluruh. Contohnya: biaya berobat, ongkos reparasi kendaraan rusak, sumbangan belasungkawa, dan (amit²) pemutusan hubungan kerja. Tujuannya adalah untuk menghindari kemungkinan kita harus berhutang untuk menutupi pengeluaran mendadak yang di luar rencana. Sebab sekali kita terlilit hutang, mungkin butuh waktu yang cukup lama untuk keluar dari jerat bunga berbunga.
Banyak pendapat yang menyebutkan prioritas finansial utama kita seharusnya adalah membentuk rekening dana darurat, segera setelah kita memenuhi kebutuhan pokok & mengendalikan mengurangi pengeluaran sekunder. Mulai sisihkan uang yang tersisa ke rekening dana darurat, dan disiplinkan diri untuk tidak menyentuhnya kecuali benar-benar terpaksa.
Kadang gemas rasanya lihat saldo di tabungan masih mencukupi, padahal lagi ada diskon gede²an di mal. Tapi ingat, rekening dana darurat bukan untuk beli baju baru. Bukan buat ganti hape. Bukan buat nebus iPod. Sekali lagi, penggunaan dana darurat hanya untuk saat-saat genting!
Berapa yang harus disiapkan?
Idealnya, dana darurat harus mampu menyokong pengeluaran pokok Anda selama 1-6 bulan walaupun tanpa pendapatan baru.
Beberapa faktor yang mempengaruhi besaran dana darurat yang harus disiapkan:
- Kesehatan - punya penyakit kronis atau penyakit keturunan?
- Tipe & Prospek kerja - apakah kerjaan Anda mengandung resiko tinggi? Gimana prospek perusahaan tersebut? Apakah kinerja & prestasi Anda dianggap bagus oleh atasan?
- Sumber pendapatan lain - ada penghasilan sampingan ngga? Punya instrumen investasi yang memberikan imbal hasil yang pasti?
- Berapa banyak anggota keluarga yang bergantung pada Anda? Apakah pasangan juga bekerja? Kapan si kecil mulai masuk sekolah?
Semakin stabil, terjamin dan terencana pendapatan rutin, besaran dana darurat yang harus disiapkan ngga perlu gede² banget. Rentang 1-3 kali pengeluaran rutin bulanan seharusnya cukup.
Sebaliknya, kalo Anda kerja di bidang beresiko tinggi dan punya penyakit bawaan sementara istri tidak bekerja, ada baiknya kita siapkan bantal keuangan yang lebih tebal. Biar kalo jatoh, ngga terlalu sakit.
Be prepared
Putuskanlah besar dana darurat yang akan membuat Anda merasa aman, nyaman dan siap menghadapi cobaan finansial yang mungkin menghadang. Segera mulai kebiasaan menyisihkan uang untuk kepentingan ini. Dan disiplinkan diri untuk tidak mengotak-atik rekening dana darurat kecuali benar-benar terdesak.
Sebab kesejahteraan hidup adalah milik mereka yang bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.
Tulisan Terbaru
- Belajar Pentingnya Menabung Dari Seorang Pengemis
- Biaya Administrasi Tabungan Udah Ngga Jaman Lagi
- Melangkah Keluar dari Kenyamanan
- PosFin: Juni 2008 (+1,478.42 borz = 12.65%)
- Estimasi Perolehan Cashback Danamon Lebih
- Danamon Lebih: Tabungan Dengan Potensi Imbal Hasil 25%!
- PosFin: Mei 2008 (+1,560.9 borz = 15.42%)
- Apa Sih Sebenarnya Dana Darurat?
- Dana Darurat: Tujuan Finansial Pertama
- Dilbert: Fitur baru
No Comments
Leave a Comment
trackback address