Musuh itu adalah diri sendiri
Kalo ditanya, apa musuh terbesar dalam usaha kita menyisihkan pendapatan untuk masa depan? Yep. Jawabannya adalah diri kita sendiri.
Tahukah Anda, orang cenderung untuk menghabiskan lebih banyak uang saat lagi sedih? Studi dari peneliti di Amerika menunjukkan bahwa orang yang sedang sedih dan mengasihani diri sendiri cenderung membelanjakan lebih banyak uang ketimbang orang yang dalam keadaan netral. Ini karena ketidakpuasan pada diri sendiri menyebabkan orang tersebut menilai rendah harga diri dan barang² yang dimiliki. Akibatnya, mereka rela membayar lebih untuk mendapatkan suatu barang tertentu sebagai cara untuk meningkatkan kepercayaan dirinya.
Kendali dan disiplin diri adalah sangat penting dalam usaha kita mengelola kehidupan finansial. Tujuan maupun target-target finansial tidak akan tercapai tanpa dibarengi peningkatan disiplin diri dalam menata keuangan. Bentuknya bermacam-macam, bisa dalam bentuk kedisiplinan kita menabung rutin maupun melalui pengorbanan untuk mengurangi pengeluaran.
Jadi lebih kaya dengan mengurangi pengeluaran
Sebagai contoh, seorang perokok yang memiliki hutang akan mampu melunasinya lebih cepat jika dia menghentikan kebiasaan itu dan menggunakan uang jajan rokok untuk meningkatkan pembayaran cicilan hutang. Menghentikan kebiasaan menghisap dua bungkus rokok perminggu berarti senilai dengan penghematan kurang lebih Rp 1.2 juta / tahun.
Angka ini kurang berarti? Bagaimana kalau dituliskan dalam bentuk lain. Berhenti dari kebiasaan merokok dua bungkus perminggu setara dengan hasil investasi Rp 10.130* juta pada 5 tahun ke depan?
Mulai terasa bedanya?
Ada 3 cara yang dapat kita lakukan untuk hidup sejahtera:
- Meningkatkan pendapatan (dengan menciptakan sumber pendapatan baru atau meningkatkan keahlian profesi)
- Membatasi pengeluaran yang tidak perlu (dengan mengurangi belanja konsumtif atau menurunkan standar gaya hidup)
- Melakukan keduanya
Semakin pandai kita mengendalikan diri, semakin lancar pula jalan demi memenuhi tujuan finansial kita.
Btw, seperti yang tertulis di awal artikel ini, jangan pergi belanja atau jalan² ke mal saat sedang sedih! Para subyek penelitian tersebut ada yg bersedia membayar hingga 3 sampai 4 kali harga yang biasanya mereka bayar saat normal!
* asumsi: harga rokok Rp 12rb/bks, dana ditanam di reksadana dengan target pertumbuhan optimis (18%)
Tulisan Terbaru
- Belajar Pentingnya Menabung Dari Seorang Pengemis
- Biaya Administrasi Tabungan Udah Ngga Jaman Lagi
- Melangkah Keluar dari Kenyamanan
- PosFin: Juni 2008 (+1,478.42 borz = 12.65%)
- Estimasi Perolehan Cashback Danamon Lebih
- Danamon Lebih: Tabungan Dengan Potensi Imbal Hasil 25%!
- PosFin: Mei 2008 (+1,560.9 borz = 15.42%)
- Apa Sih Sebenarnya Dana Darurat?
- Dana Darurat: Tujuan Finansial Pertama
- Dilbert: Fitur baru
No Comments
Leave a Comment
trackback address