Well, ngga juga sih. Hehehehe..

Walau saya ingin menyajikan data dan posisi finansial secara transparan (that’s what this blog is all about, anyway), tapi saya belum merasa nyaman menyangkut keamanan informasi pribadi di internet. Entah kenapa rasanya masih tabu (malu) untuk menuliskan jumlah kekayaan saya dalam bentuk nyata rupiah. Nah, semalam saya dapet ide, kenapa ngga pakai sistem konversi aja? Dengan demikian, saya ngga perlu menampilkan angka nyata dalam rupiah tetapi masih dapat menggambarkan besaran dan proporsi data secara konsisten.

Artinya, misal saya punya posisi: 100 rupiah uang tunai terhadap 1000 rupiah aset total, berarti saya punya perbandingan uang tunai/aset total = 1:10
Menggunakan sistem konversi dengan angka pengali 3.5 misalnya, posisi saya akan menjadi: 350 rupiah uang tunai terhadap 3500 rupiah aset total. Perbandingan uang tunai/aset total akan bernilai tetap, 1:10

Satuan baru hasil konversi dari rupiah itu akan menggunakan simbol borz, dan menjadi mata uang resmi di blog ini. ;)

Jadi konvensinya adalah :

  1. Kecuali tertulis secara spesifik, setiap besaran nominal dalam blog ini disajikan dalam satuan borz.
  2. Nilai tukar borz terhadap rupiah menggunakan metode nilai tukar tetap, dengan besaran yang dirahasiakan. :D
    Tapi nilainya akan selalu konsisten kok…

Leave a Comment